Author Avatar

admin

0

Share post:

Berita Terbaru – Bulan suci ini memang bulan yang spesial. Bulan di mana Tuhan menjual pahala. Bahkan tidur bisa menjadi hadiah yang bagus. Tak heran jika banyak orang berlomba-lomba berbuat baik. Masjid menjadi ramai, banyak yang membagikan makanan secara gratis, dan semua orang tampaknya lebih ramah. Sayangnya, bahkan berbuat baik tidaklah mudah. Memang terasa menyebalkan ketika Anda ingin mencoba berbuat baik tetapi malah mendapat cibiran.

Hanya karena Anda biasanya tidak ramah ini, bukan berarti Anda munafik saat ingin mulai memperbaiki diri. Bukankah setiap orang punya waktu sendiri untuk belajar? Ya, inilah yang sering Anda rasakan. Atas inisiatif Anda untuk memperbaiki diri sendiri, sering kali Anda mendapatkan berbagai reaksi. Apakah peristiwa ini terasa familier bagi Anda?

1. Popularitas hijab di kalangan wanita

Saat bulan puasa tiba, avatar media sosial memang berubah. Meski tidak mengenakan jilbab, Anda harus mengenakan pakaian tertutup. Jadi ingat momen pemilu, di mana caleg dan eksekutif perempuan tiba-tiba berubah penampilan menjadi lebih elegan. Mungkin karena itulah muncul komentar sinis, dan jilbab yang dipakai hanya untuk pencitraan adalah edisi campuran Ramadhan. Padahal, jika semuanya positif, tidak ada salahnya berdandan juga. Apakah akan dilanjutkan nanti atau hanya selama Ramadhan, itu masalah yang terlambat.

2. Kegiatan Ibadah Yang Semakin Rutin

Sebagai sesama muslim, kita harus saling mengingatkan, bukan? Termasuk soal ajakan sholat tepat waktu. Apalagi saat memasuki bulan yang penuh berkah ini, sangat disarankan untuk saling mengajak berbaik hati.

3. Mengirim SMS Permintaan Maaf

Terkadang dunia membuat kita serba salah. Jika Anda memiliki sesuatu yang salah tetapi tidak meminta maaf, Anda akan membicarakannya nanti. Merasa salah, minta maaf, katanya memanfaatkan momen. Tapi jika kita menyambut Ramadhan dengan hati yang besar tanpa amarah atau dendam, bukankah akan terasa lebih tenang dan nyaman?

4. Masjid Yang Semakin Ramai

Bukan rahasia lagi jika masjid memang lebih ramai saat bulan puasa dibanding hari biasa. Maklum, setiap orang berusaha mengejar kebaikan. Kalau toh biasanya kamu nggak ke masjid, dan sekarang kamu ke masjid kan? Anda tidak merugikan siapa pun. Setiap orang belajar menjadi lebih baik di bulan Ramadhan, dan itu tidak menyakitkan.

5. Lagu Religius Lebih Sering Didengar

Satu hal yang menambah keunikan bulan Ramadhan adalah selain iklan sirup yang bermunculan, musisi Indonesia juga berlomba-lomba membuat single religi yang menjadi lagu tema acara TV harian. Jika kita melihatnya dari sisi negatif, memang terdengar bagus dan memanfaatkan momen-momen yang sedang hits. Tapi jika kita coba melihat sisi positifnya, lagu-lagu religi ini membuat Ramadhan kita lebih bermakna. Kapan lagi kita bisa menemukan banyak lagu religi yang mendinginkan hati kita di tengah lagu cinta?

6. Lebih Banyak Pembicaraan Spiritual Untuk Disiarkan

Mungkin sebenarnya selama ini Anda ingin mendengarkan ceramah spiritual untuk memperkaya ilmu agama Anda. Hanya saja karena kegiatannya terlalu sibuk dan ini membuat Anda tidak punya waktu. Jika di bulan puasa ini aktivitas Anda sedikit berkurang (kantor pulang lebih awal, aktivitas travel juga berkurang), lebih baik gunakan untuk mendengarkan siaran yang bermanfaat. Supaya hati kamu tidak kering lagi dan kepuasan kamu juga semakin maksimal.

Semuanya sangat tergantung pada kacamata yang kita kenakan saat kita melihat. Kesan munafik dari kebiasaan baru yang terjadi di bulan Ramadhan ini terjadi ketika Anda selalu melihat masalah dari sudut pandang negatif. Padahal jika kita berusaha untuk melangkah ke sisi positif, tidak ada salahnya melakukan hal-hal khusus berupa kebaikan saat puasa. Tak ada salahnya untuk mulai belajar menjadi orang yang lebih religius saat bulan puasa tiba.

Virus Corona Membuat Perdagangan Internasional Tidak Stabil
Sejarah Agama Islam dan Dinasti Islam Yang Perlu Kamu Ketahui

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *